Jhon1031

"Jhon1031" ~ Blog yang membagikan informasi, pengetahuan dan juga wawasan tentang keuangan, investasi, Bank, Perbankan Digital, Asuransi, Pinjaman Online, Kartu Kredit, Pajak, Crypto & Blockchain

  • Ad Network
    • A-ads
    • Ad2bitcoin
    • Adsterra
    • Coinads
    • Mondiad
    • Unitraffic
    • Zerads
  • Earn BTC
    • AdBTC
    • CoinPayu
    • VieFaucet
    • Qashbits
    • Faucetoshi
    • Cryptofaucet
    • Coinymate
    • Btcadspace
    • Coinadster
    • Faucetpayz
    • Claimsatoshi
    • Bits-claimer
    • Cryptodrip
  • Parse HTML
Home Blog Post Siklus Hidup Fasciola Hepatica

Siklus Hidup Fasciola Hepatica

Siklus Hidup Fasciola Hepatica
Cacing dewasa bertelur di dalam saluran empedu dan kantong empedu. Sapi atau domba kemudian telur keluar ke alam bebas bersama fases domba. Bila mencapai tempat basah, telur ini akan menetas menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Mirasidium akan mati bila tidak masuk ke dalam tubuh siput air tawar (Lymnea auricularis-rubigranosa). Di dalam tubuh siput ini, mirasidium tumbuh menjadi sporokista (menetap dalam tubuh siput selama lebih dua minggu).

Sporokista akan menjadi larva berikutnya yang disebut redia. Hal ini berlangsung secara parthenogenesis. Radia akan menuju jaringan tubuh siput dan berkembang menjadi larva berikutnya yang disebut serkaria yang mempunyai ekor. Dengan ekornya serkaria dapat menmbus jaringan tubuh siput dan keluar berenang dalam air.

Di luar tubuh siput, larva dapat menempel pada rumput untuk beberapa lama. Serkaria melepaskan ekornya dan menjadi metaserkaria. Metaserkaria membungkus diri berupa kista yang dapat bertahan lama menepel pada rumput atau tumbuhan air sekitarnya. Apabila rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dinding ususnya, kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa disana untuk beberapa bulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus ini terulang lagi.

Siklus Hidup Fasciola Hepatica
Cacing dewasa bertelur di dalam saluran empedu dan kantong empedu. Sapi atau domba kemudian telur keluar ke alam bebas bersama fases domba. Bila mencapai tempat basah, telur ini akan menetas menjadi larva bersilia yang disebut mirasidium. Mirasidium akan mati bila tidak masuk ke dalam tubuh siput air tawar (Lymnea auricularis-rubigranosa). Di dalam tubuh siput ini, mirasidium tumbuh menjadi sporokista (menetap dalam tubuh siput selama lebih dua minggu).

Sporokista akan menjadi larva berikutnya yang disebut redia. Hal ini berlangsung secara parthenogenesis. Radia akan menuju jaringan tubuh siput dan berkembang menjadi larva berikutnya yang disebut serkaria yang mempunyai ekor. Dengan ekornya serkaria dapat menmbus jaringan tubuh siput dan keluar berenang dalam air.

Di luar tubuh siput, larva dapat menempel pada rumput untuk beberapa lama. Serkaria melepaskan ekornya dan menjadi metaserkaria. Metaserkaria membungkus diri berupa kista yang dapat bertahan lama menepel pada rumput atau tumbuhan air sekitarnya. Apabila rumput tersebut termakan oleh domba, maka kista dapat menembus dinding ususnya, kemudian masuk ke dalam hati, saluran empedu dan dewasa disana untuk beberapa bulan. Cacing dewasa bertelur kembali dan siklus ini terulang lagi.

Karin3110 July 31, 2023 Arti Lirik Lagu Terjemahan Lyrics | Karin3110 Palangka Raya, Indonesia
Newer Post Older Post Home
  • Tentang
  • Privacy Policy
  • Sitemap
Copyright © Jhon1031 All Right Reserved.